Lembar Informasi untuk Pasien dan Keluarga Persalinan Preterm

Apa itu persalinan preterm?

Persalinan preterm adalah kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu lengkap. Persalinan preterm merupakan salah satu penyebab utama kematian pada neonatus.

Apa saja faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persalinan preterm?

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persalinan preterm adalah:

  • Ras maternal
  • Usia
  • Berat badan
  • Peningkatan berat badan selama kehamilan
  • Pendapatan
  • Persalinan preterm
  • Infeksi
  • Stress

 

Prolaps organ panggul terjadi ketika organ-organ di dalam panggul (rahim, vesika urinaria dan rektum) turun dari posisinya yang normal secara anatomis dan menonjol ke luar (protrusi) ke dalam liang sanggama atau vagina dan menekan dinding atas vagina. Organ-organ panggul umumnya didukung oleh ligamen-ligamen dan otot-otot, serta jaringan ikat dan fasia, yang secara kolektif disebut sebagai dasar panggul (pelvic floor). Kelemahan atau kerusakan dari organ-organ penyangga ini akan menyebabkan turunnya organ panggul ke bawah.

Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita pascamenopause yang telah memiliki anak, namun dapat juga terjadi pada wanita muda dan wanita yang belum pernah punya anak. Diperkirakan bahwa hampir setengah dari wanita yang telah memiliki lebih dari satu orang anak telah mengalami prolaps organ panggul dalam berbagai tingkatan, walaupun hanya sekitar 10-20% yang menunjukkan gejala.

 

Apa saja jenis-jenis prolaps organ panggul?

Terdapat beberapa tipe prolaps. Prolaps organ panggul dapat terjadi secara independen atau terjadi bersamaan dengan prolaps organ panggul lainnya. Berdasarkan jenis organ panggul yang mengalami prolaps, terdapat beberapa jenis prolaps organ panggul, yaitu antara lain:

  1. Prolaps uterus     : Terjadi ketika rahim (uterus) dan leher rahim (serviks) mengalami penurunan sepanjang liang sanggama (vagina) oleh karena kelemahan atau kerusakan struktur penyangga panggul.
  2. Sistokel                     : Terjadi ketika jaringan-jaringan yang menyangga dinding di antara kandung kemih (vesika urinaria) dan vagina melemah, sehingga sebagian dari vesika turun dan menekan dinding vagina.
  3. Urethrokel              : Terjadi ketika urethra (saluran yang menghubungkan vesika urinaria dengan lubang pengeluaran air seni) turun dan menekan dinding vagina. Urethrokel jarang terjadi sendiri, namun umumnya bersama-sama dengan sistokel. Sistourethrokel term digunakan untuk menyebutkan prolaps bagian vesika dan urethra.
  4. Rektokel                   : Terjadi ketika jaringan-jaringan penyangga dinding antara vagina dan rektum melemah, yang menyebabkan rektum turun dan menekan dinding vagina
  5. Enterokel                 : Memiliki kemiripan dengan rektokel, namun disertai dengan penurunan dan penekanan kavum Douglasii (area di antara rahim dan rektum) ke arah dinding vagina.

Apa saja gejala-gejala prolaps organ panggul?

Gejala-gejala organ panggul berbeda-beda tergantung dari organ yang terkena dan tingkat keparahan prolaps. Sebagai contoh, wanita dengan tingkat prolaps yang minor tidak mengalami gejala yang signifikan. Gejala-gejala yang sering dilaporkan adalah:

  • Perasaan turunnya organ-organ dalam panggul, yang lebih terasa saat pasien bersin atau batuk, saat aktivitas fisik yang berat, setelah berdiri dalam jangka waktu yang lama atau di sore hari.
  • Benjolan atau penonjolan di daerah vagina atau pembukaan liang vagina
  • Perasaan nyeri di daerah panggul
  • Gangguan berkemih – perubahan posisi kandung kemih yang terjadi bersamaan dengan prolaps dapat menyebabkan inkontinensia tipe stress (kebocoran urin ketika batuk, bersin atau tertawa), frekuensi berkemih yang lebih sering, pengosongan kandung kemih yang tidak lampias dan infeksi saluran kemih/ISK.
  • Permasalahan di pencernaan – rektokel dapat menyebabkan terjadinya konstipasi atau kesulitan buang air besar.
  • Nyeri punggung yang tumpul
  • Gangguan seksual – prolaps organ panggul dapat membatasi kedalaman penetrasi saat sanggama, sehingga menyebabkan kesulitan dalam penetrasi dan nyeri saat sanggama. Hilangnya kekuatan otot panggul dapat mengakibatkan berkurangnya sensasi saat sanggama.
  • Psikologis – prolaps dapat berakibat hilangnya kepercayaan diri dan citra diri yang negatif.

 

Apa saja yang menyebabkan terjadinya prolaps organ panggul?

Prolaps terjadi karena kelemahan atau kerusakan yang terjadi pada struktur penyangga organ-organ panggul. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kelemahan tersebut, antara lain:

  1. Kehamilan dan persalinan – Faktor penyebab yang paling signifikan terhadap terjadinya prolaps adalah proses persalinan. Selama kehamilan, perubahan hormonal dan penambahan berat badan baik dari ibu maupun bayi akan berkontribusi pada melemahnya dasar panggul. Selain itu, persalinan normal dapat menyebabkan kerusakan dan robeknya struktur penyangga panggul. Kerusakan dasar panggul terjadi terutama pada kala dua lama, persalinan dengan instrumen (penggunaan forsep atau ekstraksi vakum) dan persalinan bayi besar. Seringkali kerusakan yang terjadi selama kehamilan dan persalinan terjadi tanpa disadari, karena gejala-gejala klinis umumnya terjadi di kemudian hari, terutama setelah menopause.
  2. Menopause / penuaan – Hormon estrogen berperan penting dalam mempertahankan kekuatan dasar panggul. Pada masa menopause, kadar estrogen wanita akan berkurang dan sebagai akibatnya, dasar panggul menjadi lebih lemah. Kurangnya hormon estrogen pada saat ini semakin memperparah kerusakan yang terjadi sebelumnya. Selain itu, struktur penyangga panggul juga mengalami kelemahan karena proses penuaan alamiah.
  3. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut (intraabdomen) – Faktor-faktor seperti obesitas, batuk kronis (misalnya batuk yang disebabkan karena merokok atau kondisi-kondisi seperti bronkitis atau asma), mengangkat benda berat, mengejan saat buang air besar dan massa panggul (mis. fibroid) dapat menyebabkan timbulnya tekanan di dasar panggul. Jika tekanan ini dipertahankan selama periode waktu tertentu, tekanan tersebut dapat melemahkan dasar panggul.
  4. Genetik – Beberapa pasien dilahirkan dengan kelemahan dalam panggul mereka otot dan sebagainya berada pada risiko yang lebih tinggi prolaps. Kelemahan bawaan menjelaskan mengapa beberapa wanita muda dan wanita yang belum pernah anak-anak mengembangkan suatu prolaps.
  5. Operasi panggul – Wanita yang sebelumnya telah memiliki operasi prolaps organ panggul sebelumnya mungkin mengalami peningkatan risiko

 

Apa saja pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis prolaps organ panggul?

Pasien yang mengalami gejala-gejala yang disebabkan prolaps harus berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan yang akan dilakukan mencakup pengumpulan riwayat medis (anamnesis) dan pemeriksaan organ-organ kandungan (ginekologis). Pemeriksaan colok dubur dapat juga dilakukan bila diduga terjadi rektokel atau enterokel. Pasien akan diminta untuk batuk, mengejan atau berdiri selama pemeriksaan, karena tindakan tersebut menimbulkan tekanan di perut dan mendorong organ-organ panggul ke bawah; hal ini akan memudahkan dalam penegakan diagnosis prolaps organ panggul.

 

Apa saja tata laksana yang dapat dilakukan untuk prolaps organ panggul?

Ada berbagai pilihan tata laksana yang tersedia untuk prolaps. Pengobatan yang sesuai tergantung pada jenis prolaps, tingkat beratnya prolaps, usia wanita, keadaan umum dan rencana untuk punya anak lagi. Tata laksana dibagi menjadi tiga jenis, yaitu konservatif, mekanik dan bedah. Tata laksana konservatif dan perawatan mekanis umumnya dilakukan bagi pasien prolaps ringan, pasien yang masih ingin memiliki anak dan bagi mereka yang tidak ingin menjalani operasi atau yang tidak cocok untuk pembedahan (misalnya, perempuan lanjut usia).

Konservatif

Perubahan gaya hidup – Langkah-langkah sederhana seperti menurunkan berat badan (jika kelebihan berat badan), hindari mengangkat benda berat dan mengobati kondisi seperti batuk kronis dan sembelit dapat mengurangi beberapa gejala. Semua faktor ini tempat tekanan pada panggul sehingga membuat perubahan mengurangi tekanan mungkin bermanfaat.

Latihan dasar panggul – Latihan-latihan ini dirancang untuk memperkuat otot-otot dasar panggul aktif melalui latihan yang disebut senam Kegel. Latihan ini dilakukan dengan mengencangkan otot-otot dasar panggul, terutama otot pubococcygeus, dan dapat dilakukan duduk, berdiri atau berbaring.  Cara melakukan latihan ini adalah dengan mengencangkan otot-otot dasar panggul dan merelaksasikan otot tersebut secara berulang dengan jumlah repetisi tertentu. Pasien dibantu untuk mengenali otot pubococcygeus dengan instruksi untuk mengencangkan otot seperti saat menahan buang air kecil dan besar.  Pada wanita yang mengalami kesulitan dalam mengenali otot yang dimaksud, dapat dilakukan pemeriksaan dengan biofeedback oleh fisioterapis.

Mekanikal (Pessarium)

Pessarium adalah perangkat yang dimasukkan ke langit-langit vagina untuk menyangga organ-organ panggul. Sebagian besar pessarium terbuat dari silikon dan terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Pessarium dimasukkan oleh tenaga medis yang kompeten (dokter spesialis kebidanan dan kandungan) dan dapat dipertahankan di vagina selama 3-4 bulan sebelum dilepaskan. Bila insersi yang dilakukan benar, pasien tidak akan merasakan keberadaan pessarium. Bagi pasien prolaps yang hamil, baru saja melahirkan atau menunggu tindakan operasi, pessarium dapat memberikan solusi sementara. Pessarium juga dapat digunakan secara permanen oleh pasien yang tidak ingin atau tidak cocok menjalani operasi

 Bedah

Bila pilihan tata laksana non-bedah tidak mengurangi gejala-gejala klinis secara bermakna, tata laksana bedah untuk perbaikan prolaps dianjurkan. Tujuan dari operasi umumnya adalah untuk memperbaiki dan merekonstruksi struktur penyangga panggul struktur sehingga organ panggul dikembalikan ke posisi normal dan fungsi kandung kemih, saluran cerna serta fungsi seksual yang dipengaruhi oleh prolaps dapat dipulihkan.

Terdapat berbagai prosedur bedah yang berbeda-beda dan berbagai pendekatan untuk tata laksana prolaps. Prosedur yang paling tepat tergantung dari tipe prolaps, usia pasien, riwayat operasi di daerah panggul sebelumnya dan pilihan konservasi rahim.  Pada sebagian besar kasus prolaps, organ-organ panggul yang terlibat jumlahnya lebih dari satu sehingga diperlukan kombinasi berbagai prosedur. Pasien umumnya disarankan untuk menunda operasi hingga pasien sudah tidak hendak memiliki anak lagi, karena kehamilan dan persalinan berikutnya berisiko menyebabkan terulangnya prolaps.

Reparasi vagina – melibatkan perbaikan jaringan pendukung vagina dinding. Ada beberapa jenis perbaikan vagina tergantung pada di mana kelemahan berada (pusat atau sisi dinding bagian depan vagina, kembali dinding vagina). Sebuah perbaikan vagina umumnya dilakukan melalui vagina tapi sekarang juga kadang-kadang dilakukan secara laparoskopi. A Pendekatan laparoskopi melibatkan melaksanakan prosedur melalui 2-3 sayatan kecil di perut dengan bantuan laparoskopi (a teleskop seperti instrumen).

Reparasi langit-langit vagina – Terdapat dua prosedur utama yang dilakukan untuk mengobati prolaps langit-langit vagina.  Prosedur pertama dilakukan dengan menempelkan sepotong serat sintetis atau fasia ke bagian atas vagina, yang kemudian diikat ujung-ujungnya ke sakrum (tulang ekor). Hal ini dapat dilakukan dengan operasi secara laparotomi melalui abdomen atau laparoskopi. Prosedur kedua dilakukan dengan merapatkan bagian atas vagina ke ligamen panggul, dengan pendekatan dari liang vagina.

Histerektomi – Prosedur ini melibatkan pengangkatan rahim untuk pengobatan prolaps rahim. Tindakan ini umumnya dilakukan bersamaan dengan prosedur lain (mis., reparasi vagina). Pada umumnya, histerektomi untuk prolaps dilakukan dengan pendekatan dari arah vagina, namun dapat juga dilakukan dengan pendekatan dari arah perut bila ukuran rahim besar.

 

Apa saja tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya prolaps organ panggul?

  • Lakukan latihan dasar panggul secara teratur, khususnya selama kehamilan, setelah melahirkan dan menopause.
  • Hindari kejadian sembelit dan mengejan saat pergerakan di saluran cerna dan kandung kemih. Tenaga fisioterapis dapat memberikan informasi tentang posisi toilet yang baik untuk meminimalkan risiko prolaps dan memaksimalkan pengosongan lengkap kandung kemih dan rektum.
  • Obati penyebab dari setiap batuk kronis (jika berhubungan dengan merokok, carilah bantuan untuk berhenti).
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Hindari mengangkat benda berat terlalu sering. Jika mengangkat benda berat, pastikan untuk menekuk di lutut dan menjaga punggung supaya tetap lurus.
  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar