100% Lulus, Ketua POGI Jaya: Harus Jadi Contoh dan Leader

Rangkaian kegiatan POGI Jaya Campus yang diselenggarakan selama tiga hari, sejak Jumat (24/2/2017) ditutup pada Minggu (26/2/2017) malam. Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini dibagi dalam beberapa kelas kursus dengan tema yang berbeda. Seratus persen peserta dinyatakan lulus dalam kegiatan itu, termasuk di kelas In-Alarm.

“Dari 54 peserta yang mengikuti kelas In-Alarm ini, semuanya dinyatakan lulus,” demikian pengumuman disampaikan panitia dan langsung disambut sorak para peserta. Peserta yang lulus tersebut langsung mendapatkan sertifikat keikutsertaan dalam kegiatan perdana ini.

Ketua Pengurus Harian POGI Jaya, Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K). MPH mengungkapkan rasa sukacita dan terima kasihnya kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya, berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara tersebut.

“Satu kata bagi kita pada malam hari ini adalah, alhamdulillah kita bisa menyelesaikan kursus yang luar biasa. Dari penilaian, bobot yang tertinggi adalah semangat yang luar biasa,” kata dokter Iko, sesaat sebelum menutup kegiatan kursus In-Alarm, di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta, Minggu (26/2/2017).

POGI Jaya, sambung dokter Iko, sangat menghargai dan mengapresiasi para peserta, juga para fasilitator yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan tersebut.

“Yang terpenting lagi adalah satu tugas besar bagi kita ke depan, bahwa kita akan berupaya keras, menerapkan apa yang sudah kita dapat, khususnya dalam kursus In-Alarm ini. Dan terus terang, kita semuanya tentu harus belajar banyak pada para senior kita yang telah memperjuangkan kesehatan reproduksi Indonesia, khususnya di Jakarta,” jelas dokter Iko.

Dengan bekal ilmu yang dimiliki pasca kursus In-Alarm tersebut, dokter Iko berharap agar seluruh peserta bisa menjadi contoh, dan menjadi leader untuk memimpin di daerah tugas mereka, khususnya di wilayah binaan 19 Rumah Sakit Umum Kecamatan.

“Harapannya bisa menjadi pembina dan pendidik bagi dokter umum, bagi puskemas, bagi bidan, sehingga 19 kecamatan ini nantinya bisa menjadi percontohan yang kita konsepkan dalam program Jakarta Reproduksi Sehat,” ungkapnya. Adapun konsep “Jakarta Reproduksi Sehat” merupakan salah satu program pengurus POGI Jaya, yang meliputi asuhan kehamilan-persalinan, cegah kanker serviks, sadari kesehatan reproduksi dan kontrasepsi.

Tidak ketinggalan, dokter Iko pun mengucapkan terima kasih, khususnya kepada panitia dan tenaga pendukung yang luar biasa sudah mensukseskan kegiatan POGI Jaya Campus yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan tenaga pendukung yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan serupa yang direncanakan dua kali dalam tahun ini juga berjalan sukses serta mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para peserta, terutama bagi anggota POGI Jaya, sehingga bisa bermanfaat bagi warga Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya. [pio]

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar