Pertama dan Sukses, “POGI Jaya Campus” Digelar Serial

Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Cabang Jakarta (POGI Jaya), periode 2015-2018 kembali meluncurkan salah satu program kerja inovatif yang disebut “POGI Jaya Campus”. Kegiatan yang dikemas dalam Seminar dan Workshop tersebut bermaksud untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para anggota POGI Jaya.

Ketua Pengurus Harian POGI Jaya, Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) mengatakan bahwa, para dokter SpOG, khususnya yang tergabung sebagai anggota POGI Jaya diharuskan untuk selalu meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan kepada warga Jakarta dan sekitarnya.

“Kompetensi dan profesionalisme anggota memang harus terus ditingkatkan, terutama dalam melakukan pelayanan kesehatan reproduksi di Jakarta,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Iko, di sela acara, di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta, Sabtu (25/2/2017).

Kegiatan POGI Jaya Campus yang baru pertama diselenggarakan tersebut ditargetkan akan menjadi program kerja rutin atau serial, dua kali dalam setiap tahunnya. Dokter Iko berharap agar kegiatan tersebut dapat diikuti seluruh anggota POGI Jaya.

“Semua anggota POGI Jaya diharapkan bisa mengikuti kursus ini dengan lengkap,” tegas dokter kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1971 ini,

Adapaun kegiatan ini digelar selama tiga hari, sejak Jumat (24/2/2017) hingga Minggu (26/2/2017) di Gedung IMERI, FKUI, Salemba, Jakarta. Bagi Anggota POGI Jaya dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu, sementara di luar anggota POGI Jaya diharuskan membayar biaya sebesar Rp 3,5 juta per orang per sekali kursus.

“Tentunya kita perjuangkan sedemikian rupa, bekerja sama dengan para partner, sehingga anggota POGI Jaya bisa menikmati kursus ini dengan baik. Dan ini merupakan salah satu komitmen POGI Jaya untuk memberikan pelayanan yang profesional kepada para anggota,” jelas dr. Iko.

Rencananya POGI Jaya Campus kedua akan digelar pada September 2017 mendatang dengan mengusung tema dan topik yang sama. Adapun enam topik yang diselenggarakan dalam event perdana tersebut, diantaranya adalah Kursus Dasar USG; Manajemen Terkini Infeksi HPV dan Lesi Pra Kanker Serviks (Onkologi); Stimulasi Ovarium, dan Inseminasi Intra Uterin (Endokrin); serta In-Alarm. “Jadi semua topik ini diharapkan diikuti oleh para anggota sehingga mereka memiliki pengetahuan dan kompetensi yang lengkap untuk memperbaiki kualitas pelayanan kita di Jakarta,” tegasnya.

Menurut alumnus mahasiswa riset di Hyogo College of Medicine, Nishinomiya-Jepang ini, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, maka stadarisasi menjadi isu yang sangat penting. Dan hal ini hanya bisa dilakukan bila kompetensinya sudah seragam, sehingga pelayanannya menjadi terstandar dan memberikan output yang terbaik.

Lantas sejauh mana peran para dokter SpOG, khususnya di wilayah DKI Jakarta selama ini? Dokter Iko bilang bahwa fokus para dokter spesialis tersebut adalah pada pelayanan kesehatan reproduksi. “Konsepnya dari sejak rahim sampai ke liang lahat. Jadi tugas seorang dokter Obstetri dan Ginekologi mulai dari menyiapkan kehamilan, kemudian menjaga kehamilan, sampai kepada lahir, wanita, remaja, dewasa, menikah lagi, sampai dengan menopause. Itu adalah tanggung jawab kami di bidang reproduksi,” kata dokter Iko. [pio]

This slideshow requires JavaScript.

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar