Update On Development Maternal & Reproduction Medicine

Siang klinik POGI JAYA kembali di laksanakan. Pada kesempatan kali ini Pogi Jaya menggelar Round Table Discussion bersama Komisariat Pogi Jaya wilayah Bekasi. RTD ini dilaksanakan di Hotel Amarosa Grande Bekasi Jumat (21/17).

Bekerjasama dengan PT. Kalbe Farma sebagai penyelenggara acara. Bersamaan dengan itu, PT. Kalbe Farma mempresentasikan artikel CME (Continuing Medical Education) & CPD (Continuing Professional Development). Dengan program ini PT. Kalbe Farma berkontribusi bekerjasama dengan IDI untuk mengeluarkan SKP untuk memperpanjang STL, yang dimana program ini memudahkan para rekan rekan Pogi Jaya dalam mendapatkan sertifikat.

Acara di buka dengan sambutan dari Ketua Pogi Jaya Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH. dalam sambutannya dr.Iko menyampaikan kembali 4 pilar Pogi Jaya yaitu Kesejawatan, Profesionalisme, edukasi & Kolaborasi yang dimana ini adalah bagian penting dalam menjalani keseharian kita dalam rangka melakukan pelayanan. Perihal tentang kompetensi & profesionalisme beliau menyampaikan “ kita harus selalu mengingat pentingnya menjaga kompetensi, menjaga profesionalisme untuk menghindari kemungkinan kemungkinan hal-hal yang tidak kita inginkan, apakah itu adanya tuntutan dari pasien, adanya ketidak harmonisan dengan sejawat SpOG maupun pada sejawat lainnya”.

Hal ini lah yang terus di bina oleh POGI JAYA dengan melakukan komunikasi dengan IDI, terutama bina komunikasi untuk memperbaiki sistem jaminan sosial nasional khususnya atau BPJS pada umumnya, yang saat ini tim dari Pogi Jaya telah duduk dalam tim evaluasi JKN terutama di wilayah DKI Jakarta. Dalam sesi ilmiahnya dr. iko memaparkan “New approach in Endometriosis Management “ .

Pada RTD kali ini turut hadir dr. Eddi Junaidi, SpOG, SH yang berkesempatan memaparkan dalam presentasinya upaya mencegah terjadinya sengketa medik. Dalam presentasi kali ini menyampaikan “ dalam sengketa medis ini kita selalu menggaungkan bagaimana kalimat malpraktik itu tidak ada, yang ada hanya sengketa medik. Karena malpraktik konotasi yang timbul sudah dalam urusan pidana, untuk sengketa medik kita masih bisa menyelesaikan secara kekeluargaan”.

Bentuk sengketa itu sendiri adalah diantaranya pelayanan yang tidak memuaskan, kelalaian yang dilakkukan oleh pemberi layanan kesehatan, mengharapkan ganti rugi, profesionalisme dan pemberi layanan kesehatan dalam hal ini yang juga menjadi perhatian khusus di sebutkan dr. eddie adalah etika dan disiplin profesi dan juga ditambahkan pentingnya para rekan sejawat dalam membaca situasi dan karakter dari pasien untuk bagaimana cara kita menghadapi.

Pada kesempatan ini perwakilan dari PT. Kalbe Farma juga menyampaikan rasa terima kasih nya pada POGI JAYA. Kepada ketua Pogi Jaya Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH dan juga ketua Komisariat Bekasi dr. Yudianto B. Saroyo, SpOG (K) karena sudah memberi kesempatan untuk berkontribusi dalam acara Siang Klinik kali ini. Di sela sambutannya Product Manager PT. Kalbe farma ini juga mengulas produk produk kebidanan yang di miliki oleh PT. Kalbe Farma yang sebelumnya telah di jelaskan juga pada paparan Ilmiah sebelumnya. [LS]

 

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar