Siang Klinik Pogi Jaya “ Membangun Layanan Kesehatan Reproduksi”

Siang klinik Pogi Jaya kembali di helat. Pada kesempatan ini siang klinik mengangkat tema “ Membangun Layanan Kesehatan Reproduksi “. Acara berlangsung di Gedung Imeri Lt. 1, Fakultas Kedokteran UI, salemba Jakarta Minggu, (14/05).

Acara siang klinik kali ini di hadiri oleh Guru Besar FKUI Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG (K) yang berlaku sebagai Chairman dalam kesempatan kali ini, dan juga para panelis diantaranya Dr. dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K), Dr.dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K), MPH, dr. Chamim, SpOG (K), dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K), dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, dr. Bambang Dwipoyono, SpOG dan juga ketua Pogi Jaya Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH.

Siang Klinik dibuka dengan sambutan dari ketua Pogi Jaya Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH “ kami mengucapkan banyak terima kasih pada para narasumber dan panelis yang sudah hadir untuk berbagi pengalaman sehingga bisa bersama-sama membangun kesehatan reproduksi di jakarta. “Tidak saja tentang obstetri, fokus kita pada pelayanan persiapan kehamilan, pelayan persalinan yang baik juga pelayanan ginekologi termasuk cancer, uroginekologi dan juga endokrinologi reproduksi”.

Seperti diketahui bahwa 4 pilar pogi jaya dengan visi membangun kemandirian dan profesionalisme kemudian kesejawatan kolaborasi dan edukasi. Pada kesempatan ini, bagian profesionalisme merupakan salah satu aspek yang akan di dalami & diskusikan untuk berbagi pengalaman dalam menangani kasus-kasus obstetri & ginekologi terutama kasus obstetri. Bukan saja berbicara angka kematian tapi juga kualitas pelayanan antenatal care persalinan sampai menghasilkan bayi-bayi sehat berkualitas.

Acara di lanjut oleh paparan dari para narasumber yang hadir , salah satu paparan diberikan oleh Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG (K) tentang Pelayan Kesehatan Reproduksi “ kesehatan reproduksi ada beberapa komponen, yaitu Ability, Success, safety. Apakah dia mempunyai kemampuan bereproduksi ? aman kah bayi yang di lahirkan ? sehat atau tidak ? semua proses reproduksi seyogya nya aman”. Dalam paparan nya disampaikan juga 12 pilar dari reproduksi sehat antara lain The status of woman, Family planning, Maternal care and safe motherhood, abortion, reproductive tract infection and HIV/AIDs.

Dilanjutkan dengan dr. Gatot Abdurrazak, SpOG yang membagikan pengalaman tentang apa yang di kerjakan di RS. Harapan Kita sebagai center pelayanan Birth Defect. “ Kenapa birth defect ? , karena dari setiap 33 bayi yang lahir ada 1 bayi birth defect, jadi birth defect merupakan suatu masalah karena 20% kematian bayi baru lahir di karenakan oleh birth defect”. Di Indonesia sendiri dari angka BKKBN tahun 2010 didapatkan angka kelahiran 4.488.000/tahun. “Itu artinya ada sekitar 136.000/tahun yang mengalami birth defect, lalu kemana mereka dan bagaimana nasib mereka ?. “ Jadi tujuan presentasi kali ini adalah mengemukakan tentang fasilitas layanan dan apa yang sudah di kerjakan di RSAB Harapan Kita khususnya” . Dalam paparannya juga di jelaskan bagaimana menganjukan alur rujukan, masalah yang di alami birth defect , dan juga rencana masa depan.

Dalam closing remarks Dr.dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) menyampaikan tanggapan mengenai paparan dari dr. Gatot Abdurrazak, SpOG “ harus fokus terhadap apa pelayanan yang mau diberikan , pasien harus tau alasan apa pasien di rujuk ke RSAB Harapan Kita. “ Harus ada semacam statement yang jelas kepada masyarakat hal apa saja atau sektor apa yang capable yang bisa kita tangani”. “ Dan di kemudian hari kalau memungkinkan RSAB Harapan Kita bisa mengeluarkan modul modul pencegahan dari pengalaman – pengalaman yang sudah di hasilakan oleh RSAB Harapan Kita itu sendiri.

Setalah beberapa narasumber menyampaikan paparan, acara di lanjut dengan coffee break yang telah tersedia , dan di akhir acara santap siang sudah menunggu para rekan sejawat. [LS]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar