Angka Kematian Tinggi, Dokter Sering Disorot

Di tengah tingginya angka kematian pada ibu melahirkan, dokter kandungan seringkali menjadi sorotan terhadap tingginya angka tersebut. Padahal, kenyataan di lapangan banyak dijumpai kondisi pasien datang kepada dokter kandungan dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

Banyak sebab terjadinya kematian ibu melahirkan justru ditangani pertama kali bukan oleh dokter kandungan. Dari sanalah, ihwal diagnosis penyebab kematian terjadi, dari mulai kasus pendarahan, infeksi, hingga penyebab lain yang telah lebih dulu ditangani dokter lain kemudian dirujuk ke dokter kandungan di rumah sakit.

Menyikapi hal itu, Sekjen Pengurus Besar POGI dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG mengatakan, dengan keadaan pasien datang dalam kondisi lemah dan baru ditangani dokter kandungan sebenarnya beresiko besar terhadap kematian pada ibu. Padahal, untuk menekan angka kematian ibu melahirkan perlu penanganan pasien sejak dini. Penanganan dini itulah yang umumnya bukan dilakukan oleh dokter kandungan.

Meski demikain, Ari menganggap hal itu sebuah resiko profesi yang harus ditempuh. Banyak sebab kematian yang terjadi karena keterlambatan merujuk, mendiagnosis, sehingga dokter kandungan terlambat memberikan pertolongan.

“Jadi kalau ada anggapan yang menyatakan dokter kandungan harus bertanggungjawab terhadap kematian pasien, tentu saja ini dimalumi. Karena para pasien yang datang meminta bantuan dengan kondisi yang sudah lemah ada di dekat dokter kandungan,” jelas Ari disela halal bihalal dengan POGI Jaya di, Jakarta, (10/08/2014).

Ia menginginkan pemerintah dan dan para pemangku kepentingan lain hendaknya juga ikut bertanggungjawa terhadap kondisi tersebut. Caranya, bisa dilakukan dengan pembenahan sarana dan infrastruktur di daerah. Banyak masyarakat tinggal jauh dari jangkauan dokter dan rumah sakit. Kesulitan akses transportasi menjadi kendala menjangkau rumah sakit terdekat.

POGI menurut Ari, turut mendorong peran doker kandungan untuk berperan, bekerja menuntaskan akar permasalahan angka kematian ibu melahirkan. Caranya, dengan bekerja secara profesional di rumah sakit yang ditugaskan sesuai dengan kompetensi. Keselamatan pasien menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Angka kematian ibu melahirkan berdasarkan target Millenium Development Goals (MDGs) dari 228 per 100 ribu kelahiran hidup, seharusnya turun menjadi 102 angka kematian. Tapi kenyataannya angka tersebut malah naik menjadi 359 kasus kematian ibu melahirkan. Target berikutnya, 2015-2019 akan turun menjadi 241.

Di ASEAN, Indonesia menempati urutan pertama angka kematian ibu melahirkan dengan pulau Jawa mendominasi daerah yang terbanyak mengalaminya.

Halal bihalal

POGI Jaya menggelar acara halal bihalal antar pengurus dan anggota. Acara diisi dengan tausyiah oleh Dr. Ali Nurdin, MA. Ketua POGI Jaya  dr. Frizar Irmansyah. SpOG dan Sekjen Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) Nampak hadir bersama 250 undangan pada malam itu.

Dalam tausyiahnya Ali Nurdin menyampaikan pesan tentang makna Idul Fitri oleh masyarakat Indonesia. Banyak cara dilakukan melewati Idul Fitri termasuk dalam memaknai pesan yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, disampaikan pula oleh Ali Nurdin tentang aspek ketaqwaan yang berorientasi pada ciri kehidupan sosial.Berbagi terhadap sesama, memiliki kemampuan dalam mengendalikan diri, kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional, serta sanggup memaafkan adalah kata kunci nilai ketaqwaan itu diimplementasikan dalam kehidupan. (DI)

 

 

This slideshow requires JavaScript.

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar