Bahaya Rokok Pada Kehamilan

Bahaya merokok kini sudah menjadi penyumbang terbesar penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan. Jika rokok sebelumnya menjadi penyebab urutan pertama pada penyakit kanker, kini bergeser posisinya dengan keguguran kehamilan.

IMG_1192Kepala Bidang Pengembangan Dukungan Medik Komnas Pengendalian Tembakau Dr. Hakim Sorimuda Pohan, SpOG (K) menegaskan hal itu saat acara Siang Klinik POGI Jaya Komisariat Wilayah Jakarta Pusat, di Jakarta, hari ini, (08/06/2014). Acara tersebut dihadiri sekitar 50 anggota dan pengurus POGI Jaya.

Nampak hadir pada pertemua itu Ketua POGI Jaya dr. Frizar Irmansyah, SpOG (K), Sekjen POGI Jaya Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), Ketua Komisariat Wilayah Jakarta Pusat Dr. drTaufik Jamaan, SpOG, dan Ketua Bidang Ilmiah POGI Jaya dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K).

Hakim mengatakan, rokok telah menyebabkan terjadinya keguguran kehamilan dengan angka 55 persen. Jika pada tahun sebelumnya penyebab kematian pada rokok hanya 30 persen, makanan 30 persen, konsumsi obat tertentu 30 persen, dan sisanya terjadi karena faktor DNA.

IMG_1064Tingkat kekhawatiran itu juga menempatkan Indonesia menjadi negara urutan pertama dengan perokok pada kaum laku-laki terbanyak. Di susul kemudian Rusia yang sebelumnya menduduki urutan pertama. Namun, Rusia memiliki sejumlah kebijakan dan peringatan keras kepada penduduknya. Bagi pengendara merokok di dalam kendaraan dan ada anak-anak sebagai penumpangnya, maka pengendara tersebut dikategorikan berbuat tindak pidana kekerasan pada anak.

Hakim memaparkan, riset kesehatan dasar pemerintah pada 2010 menyebut angka kematian akibat merokok sebesar 192 ribu, dan meningkat pada 2013 sebesar 204 ribu kematian.

“Pejabat di pemerintahan lebih tunduk kepada pengusaha daripada riset medis, itu yang membahayakan bagi kita,” geram Hakim

Nampaknya, upaya menekan angka bahaya merokok telah dilakukan 110 daerah kabupaten dan kota di Indonesia dengan memberlakukan peraturan daerah. “Hanya saja sekarang tinggal penegakan hukumnya yang perlu dipertegas,” ujar Hakim.

Ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan sangsi tegas kepada pegawainya bila kedapatan merokok pada tempat yang dilarang. Sangsi tersebut berupa pemotongan tunjangan kinerja daerah yang besarannya mencapai Rp 2,5 juta per bulan. Cara itu diyakini Hakim bisa membuat efek jera bagi yang melanggar.

Cegah ancaman keguguran

IMG_1134Pada kesempatan sama, sesi ilmiah pada siang klinik itu mengetengahkan manfaat progesteron pada ancaman keguguran dan keguguran berulang. dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K) dan Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) berkesempatan memaparkan presentasinya.

Andon menerangkan, progesteron sintetik dan alamiah berfungsi mencegah dan mengobati keguguran pada kehamilan muda. Dimana ancaman keguguran sekali terjadi pendarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Sedangkan keguguran berulang biasanya terjadi dua kali atau lebih berturut-turut pada usia kurang dari 20 minggu atau berat Janin kurang dari 500 gram.

“Progesteron asal katanya menjaga kehamilan. Jika ada pasien terjadi ancaman keguguran dan pendarahan itu indikasinya dengan usia kehamilan di bawah 20 minggu atau berat janin di bawah 500 gram. Jika hal itu terjadi bisa diindikasikan ada ancaman keguguran,” terang Andon.

IMG_1160Beberapa hal yang bisa ketahui mengenai keguguran pada hamil muda, menurut Andon, bisa diketahui dari terdengarnya denyut jantung, dan bentuk janin yang sudah berbentuk atau belum.

Bahkan, Andon memperkirakan jika pada fase tersebut sudah mengalami pendarahan, dokter sudah bisa melakukan tindakan medis. Di Indonesia, dokter kandungan sepakat sudah bisa melakukan pemeriksaan bisa sudah terjadi kriteria terjadinya ancaman keguguran.

Penanganan progesteron menurut Andon bisa dilakukan melalui 3 langkah yaiu, melalui suntikan, memasukan obat ke dalam anus, atau minum tablet penambah progesteron. Dari ketiga langkah penyembuhan tersebut, meminum obat paling banyak dilakukan karena alasan kenyamanan. Sedankan masa penyembuah biasanya berlangsung tiga bulan sampai tumbuh ari-ari secara sempurna.

Langkah pengobatan itu pun diperkuat Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K). Pemberian obat-obatan progesterone bertujuan terjadinya implantasi pada fase ovulasi sampai terjadinya kehamilan. Namun perlu juga diperhatikan pemberian obat-obatan progesterone pada usia dini justru akan mencegah ovulasi. (DI)

This slideshow requires JavaScript.

 

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar