Mengenal Progesterone

Pentingnya menjaga kadar hormon pada usia kehamilan menjadi salah satu faktor penting sebuah kehamilan dapat berjalan dengan baik. Bila hal ini tidak diperhatikan, bukan tidak mungkin ancaman keguguran bisa berakibat pada janin sang ibu.

Obstetrician and Gynecologist Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Kanadi Sumapraja, MD, OG, MSc mengungkapkan, salah satu yang patut diperhatikan pada masa kehamilan adalah kadar progesterone yang dihasilkan dari hormon indung telur untuk mempertahankan kehamilan.

IMG_0001Pada acara malam klinik POGI Jaya, di Jakarta, (27/04/2014), Kanadi memaparkan, resiko yang bisa saja terjadi pada ibu hamil ialah tidak tercapainya kadar optimal. Hal ini bisa berakibat pada fungsi yang diharapkan progesterone mempertahankan kehamilan, membentuk dinding rahim agar siap menerima embrio akan terganggu.

“Apabila dalam suatu kehamilan kadarnya progesterone tidak mencapai di atas 10 nano per mil, maka angka keguguran bisa mencapai 30 persen,” jelas Kanadi dihadapan sekitar 200 anggota POGI Jaya yang hadir pada acara tersebut.

Meski demikian, hormon alami yang dihasilkan korpus luteum yang ada pada dinding telur ini hanya bisa terbentuk jika sel telur berkembang dengan normal. Proses selanjutnya ialah ovulasi yakni penetasan telur yang membentuk sel korpus luteum.

IMG_0066Bagi wanita hamil disarankan bisa mengetahui proses kehamilan termasuk hormon progesterone sebagai proses alamiah dalam kandungan. Kaitan hormone progesterone dalam bahasa umum kerap disebut dengan pemberian obat penguat kandungan, apabila mereka mendapatkan masalah kehamilan.

“Kandungan obat penguat kandungan yang dimaksud mengandung progestogen, adalah senyawa progestogenik dan terbagi atas progeseterone hormon alami, dan progrestin yang bersifat sintetik. Kedua rumus kimia ini berbeda,” papar Kanadi.

Meski begitu, Kanadi menganjurkan bagi wanita hamil tidak mengkhawatirkan proses hormon progesterone yang terjadi tidak normal sebagai ancaman keguguran kandungan. Banyak faktor penyebab keguguran terjadi, diantaranya karena faktor kondisi keseluruhan sang ibu, dan janin kandungannya. Jika ada salah satu faktor bermasalah, maka bisa diduga menjadi salah satu penyebab kegagalan hamil.

IMG_0118Selain Kanadi, POGI Jaya juga menghadirkan dua pembicara lainnya yaitu pembicara organisasi dr. Herbert Situmorang, SpOG, dan pembicara ilmiah University of Perugia, Italy Prof. Gian Carlo Di Renzo yang mengetengahkan topik “The Evidence Based and Clinical Benefits of Micronized Natural Progesterone”.

 

Logbook P2KB

Pada acara organisasi internal POGI Jaya, dr. Herbert Situmorang, SpOG menyampaikan pemaparan kinerja manajemen kegiatan Pengembangan Profesi Kedokteran Berkelanjutan (P2KB).

IMG_0016POGI Jaya telah memudahkan anggotanya dalam pengisian P2KB menggunakan aplikasi android pada smartphone. Penggunaan pada android dinilai sebagai kemudahan akses seluruh anggota dengan dukungan aplikasi yang mudah diunduh pada google play secara gratis.

Ada lima ranah dalam P2KB yang diterapkan, yakni pembelajaran, pengembangan ilmu, pengabdian masyarakat, profesional, publikasi ilmiah. Kelima ranah ini bisa dicatat anggota dengan mudah dalam logbook yang terintegrasi dengan sistem IT POGI Jaya. (DI)

This slideshow requires JavaScript.

  • Comments
20
  1. April 29, 2014 at 8:54 ambudi.wiweko - Reply

    Foto-nya mane ???

    Cancel
  2. April 29, 2014 at 9:25 amadmin - Reply

    silakan di refresh dok. banyak fotonya.

    Cancel
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar