Pertemuan POGI Jaya wilayah Bekasi

Bekasi, “Terima kasih kepada rekan sejahwat yang telah hadir dan juga kepada pihak sponsor yang telah membantu terselenggarakannya acara ini” sambut Ketua Komisariat POGI Jaya wilayah Bekasi, dr. Nina Martini dalam pembukaan Pertemuan POGI Jaya wilayah Bekasi, kamis, 23 April 2015 yang bertempat di Hotel Harris, Bekasi.

Dalam sambutannya, beliau juga meminta kepada rekan sejahwat apabila ada masukkan untuk Komisariat bisa langsung disampaikan kepada beliau. “Bukan sombong atau apa, saya hanya berharap untuk bertatap muka bilamana ada suatu hal yang ingin dibicarakan dengan rekan sejahwat.” Lanjut dr. Nina.

Setelah sambutan singkat dari Ketua Komisariat wilayah Bekasi, giliran dr. Budi Wiweko sebagai Wakil Ketua POGI Jaya yang diminta memberikan sambutan. Pada awal sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf dari dr. Frizar yang tidak bisa hadir di karenakan sedang ada tugas di Malaysia. Kemudian membahas hal-hal seputar Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB), Distribusi anggota POGI Jaya, dan Pengembangan Organisasi.

Beliau juga menyinggung sedikit tentang MOU yang telah dibuat antara POLRI dan IDI yang menegaskan harus ada koordinasi antara POLRI dengan IDI apabila ada kasus dugaan malpraktik. Beliau juga melanjutkan dengan presentasi tentang Pendistribusian anggota POGI Jaya. Dalam presentasinya beliau menunjukkan beberapa slide peta dan tabel penyebaran anggota POGI Jaya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Dr. Budi Wiweko juga menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Pasal 26 sudah ada keterangan bahwa Pemerintah mengatur penempatan tenaga kesehatan untuk pemerataan pelayanan kesehatan dan pemerintah daerah dapat mendayagunakan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

Dan POGI pun sempat berdiskusi dengan PERSI perihal pendistribusian anggotanya. PERSI sendiri menjelaskan bahwa PERSI tidak mempunyai kapasitas dalam pendistribusian dokter-dokter di rumah sakit.

Kemudian beliau juga menyebutkan beberapa strategi perihal pendistribusian anggota. Di antaranya yaitu, Moratorium yang tujuannya yaitu memberdayakan anggota POGI Jaya yang penempatannya belum sesuai. Lalu penyusunan regulasi, dan Komunikasi dengan Stake Holders yang meliputi Dinas Kesehatan, IDI wilayah & cabang, IRSJAM, Prodi Departemen Obgyn FKUI, dan Pemberdayaan POGI Jaya.

Setelah presentasi organisasi oleh dr. Budi Wiweko, acara dilanjutkan Presentasi sesi ilmiah tentang “Update of Adhesion Prevention in Obstetric & Gynecologic Operation” oleh dr. Andi Darma Putra dan Presentasi produk dari pihak Sponsor. Dan tepat pada pukul 15.00, acara pun ditutup oleh Ketua Komisariat wilayah Bekasi, dr. Nina Martini.

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar