RTB POGI Jaya Komisariat wilayah Jakarta Selatan

Jakarta – POGI Jaya kembali mengadakan kegiatan Round Table Disscussion yang bertempatkan di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara yang di mulai dengan makan malam terlebih dahulu ini di buka oleh Ketua POGI Jaya, dr. Frizar Irmansyah SpOG (K).

Dalam sambutannya malam hari ini, beliau membahasa perihal seputar Iuran Anggota POGI Jaya yang kali ini POGI Jaya bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam metode pembayaran Iuran para anggotanya. “Pada kali ini kita akan bekerja sama dengan pihak Bank Mandiri perihal iuran anggota POGI Jaya.” Ucap dr. Frizar.

“Karena banyak rekan sejahwat yang masih menunggak iuran. Dengan berbagai alasan, bahkan sampai pakai debt collector pun gak mempan..” Canda beliau yang diikuti tawa rekan sejahwat. “Untuk itu, dengan kerja sama ini, diharapkan dapat memudahkan rekan sejahwat dalam membayar iuran.” Lanjut dr. Frizar.

Bersamaan, dr. Frizar juga sedikit membicarakan tentang rencana POGI Jaya untuk mengadakan Family Gathering anggota pada bulan Januari 2015 mendatang.

Acara dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua Komisariat wilayah Jakarta Selatan, dr. Bramundito, SpOG. Beliau mengucapkan terima kasih kepada sponsor yang telah mendukung acara RTD hari ini. “Hari ini yang dateng sedikit ya. Padahal anggota Komisariat Jakarta Selatan ada sekitar 120an. Lebih banyak tahun kemarin yang datang.” Ungkap dr. Bram. Beliau juga membicarakan beberapa hal tentang kemajuan dari POGI Jaya, seperti website dan aplikasi logbook. “denger-denger katanya Logbook mau diambil PG ya? Padahal saya udah sengaja beli android.. hahaha” canda dr. Bram.

Pukul 19.30, dilanjutkan presentasi Aspek Klinik Pemeriksaan “CA 125 + HE4 (ROMA)” oleh dr. Andi Darma Putra SpOG (K) yang dilakukan dengan serius santai dan penuh dengan canda tawa. Pada presentasinya, dr. Andi menjabarkan beberapa hal seperti cara diagnosis, apa saja yang perlu dinilai pada USG Ginekologi, kriteria diagnosis, peran USG – TVS vs Tumor Marker, dll. “Jadi, gunakan amnesis, PF, PP, Tumor Marker, untuk mencari kemungkinan kanker ovarium. Jika sulit, konsul atau rujuk saja.” Take home messages dr. Andi sebagai akhir dari presentasi. Dan sebagai penutup, beliau memamerkan beberapa foto-foto Candi Borobudur hasil karya photografinya yang merupakan salah satu hobby beliau.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari dr. Trilis Yulianti, M.Si, S.Si tentang “Aspek Laboratorium Pemeriksaan HE4”.

“ROMA memiliki sensitivitas yang lebih baik daripada RMI pada stadium awal tingkat 1-2. Tapi memang pada stadium akhir tidak terlalu berbeda jauh.” Terang dr. Trilis

Beliau menerangkan ringkasan dari presentasi yang baru saja dilakukan. Berikut ringkasannya:

• HE4 diekspresikan tinggi pada kasus kanker ovarium epitelial

• Aplikasi klinis HE4

– Diagnosis diferensial massa pelvis

• Premenopause :

– ROMA ≥ 7.4% = risiko tinggi epithelial ovarian ca

– ROMA < 7.4% = risiko rendah epithelial ovarian ca

• Postmenopause :

– ROMA ≥ 25.3% = risiko tinggi epithelial ovarian ca

– ROMA < 25.3% = risiko rendah epithelial ovarian ca

• Monitoring pasien kanker ovarium epithelial post-treatment

– Progresi

– Tidak Progresi

Seperti biasa, setelah presentasi, acara dilanjutkan sesi studi kasus dan diskusi bersama rekan-rekan sejahwat yang hadir. Kemudian acara RTD hari ini diakhiri dengan foto bersama.

This slideshow requires JavaScript.

  • Comments
Leave a Reply

Leave a Reply

Reply to:

Skip to toolbar