Siang Klinik kali ini berkesempatan lagi di selenggarakan di wilayah Cikarang, bertempat di Hotel Holiday Inn dan mitra kerja pada siang klinik kali ini adalah dari Dexa Medica. Acara siang itu diawali oleh sambutan dari Ketua komisariat wilayah Cikarang, dr. Ahlan Suparno, SpOG. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasihnya karena bisa terlaksananya kembali kegiatan ini di Cikarang. Beliau mengharapkan adanya kesejahteraan yang semakin baik diantara sesama para anggota. Beliau juga memaparkan bahwa ternyata yang mendapatkan penanganan ANC secara baik itu masih kurang baik, sehingga angka morbiditas ibu hamil dengan preeklampsia itu makin banyak. Beliau mengharapkan adanya lembaga masyarakat yang dapat memonitoring masalah ini.

Sambutan dilanjutkan oleh Ketua POGI Jaya, dr. Okky Sofyan, SpOG, dalam sambutannya ini beliau ingin merealisasikan tugas dan fungsinya sebagai ketua POGI Jaya yaitu sebagai pembina para anggota, dengan itu dr. Okky ingin memfasilitasi anggota agar lebih meningkatkan dari pengetahuan maupun kemampuannya. Beliau juga menghimbau kepada rekan sejawat, agar dapat bertanggung jawab kepada setiap pasien yang ditangani, jangan sampai pasien tersebut terlambat ditangani karena berbeda-beda obgin yang menanganinya sehingga menyebabkan kematian. Saat ini sudah terbentuk tim plasenta akreta di wilayah Jakarta timur. Pesan beliau, setiap obgin diharapkan dapat sama-sama bekerja dengan baik dan lebih baik lagi jika dapat terjalin kerja sama yang baik sesama obgin antar wilayah komisariat maupun cabang POGI. Salah satu cara lain dalam meningkatkan mutu para anggota juga dengan peningkatan mutu kemampuan USG setara dengan kemampuan madya, laporan USG akan dirilis agar seragam dan setiap obgin akan dipacu agar bisa mengisi secara detail. Kompetensi yang dimiliki diharapkan dijaga mutunya dengan belajar terus menerus, saling memperhatikan sesama anggota apabila ada yang tertinggal kiranya dapat dibantu dan dibimbing, agar dapat kompak dan maju bersama-sama.

Memasuki sesi organisasi, dari dr. Frizar Irmansyah, SpOG dalam judul Etika Medikolegal, membahas tentang ilmu kesehatan kedokteran dan ilmu hukum. Jadi pelayanan Medikolegal adalah bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis dengan menggunakan ilmu dan teknologi kedokteran atas dasar kewenangan untuk kepentingan hukum dan untuk melaksanakan hukum yang berlaku. Aspeknya adalah Hak dan kewajiban pasien, yaitu sebagai seorang dokter berhak untuk menolak pasien, tapi tidak dalam situasi darurat. Kemudian ada Jaminan pelayanan medis yang diberikan dengan cara dan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah untuk meng-update ilmu yang dimiliki. Sistem dan prosedur menjamin hak dan kewajiban dan mengadakan evaluasi. Tata kelola rumah sakit tempat berpraktek juga haruslah baik, contoh kasusnya adalah ditemukannya tenaga medis yang berpraktek dengan SIP yang sebenarnya belum diperpanjang lagi. Dewan Pembina merupakan badan independent dalam organisasi POGI, keputusan yang dibuat merupakan keputusan pengurus POGI dan sebagai pemelihara kehormatan etika dan profesi dokter. Tugas Dewan Pembina antara lain memelihara etika dan profesionalisme obgin khususnya menyusun buku panduan etika obgin, menyusun pedoman penanganan pelanggaran etika dan profesionalisme, evaluasi terus menerus kebijakan dalam hal etika dan profesionalisme, menyelesaikan permasalahan etika dan profesionalisme yang tidak terselesaikan di POGI cabang, advokasi anggota jika diperlukan. Beliau juga menyampaikan bahwa kedepannya nanti akan ditetapkannya RUU Aborsi, yaitu yang mengatur tentang siapa saja yang berwenang melakukan aborsi juga syarat melakukan aborsi dan ada juga rumah sakit mana saja yang sudah terakreditasi untuk melakukan kegiatan aborsi, tenaga medis yang melakukannya juga adalah dokter spesialis dan dokter umum (penanganan aborsi pada level tertentu)  yang sudah mengikuti pelatihan dari dinas kesehatan.

Selanjutnya memasuki sesi ilmiah, ada dua pembicara yaitu Dr. dr. R Muharam, SpOG(K) dengan judul “New update study from Indonesia for PCOS” yaitu Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan. Topik yang kedua dibawakan oleh Dr. dr. Rima Irwinda, SpOG(K) dengan judul “Multiple micronutrient pada trimester 1, 2 dan 3” pada penjelasannya dapat disimpulkan bahwa pada trimester pertama, sebagian besar ibu hamil di Jakarta memiliki asupan energi dan nutrisi maternal yang rendah, kecuali vitamin A. Selain itu, sebagian besar ibu juga memiliki kadar serum vitamin A, vitamin D, dan seng maternal yang rendah.. [AW]