Jakarta – Tiga dokter terpidana kasus malapraktik, dr Dewa Ayu Sasiary Prawarni, dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian akhirnya benar-benar bebas. Kepastian kebebasan mereka setelah salinan petikan putusan peninjauan kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA), telah diterima Rutan Malendeng Manado, Jumat (7/2/2014) malam.

Namun malam itu ketiganya tidak langsung memilih untuk meninggalkan Rutan. Mereka baru benar-benar meninggalkan Rutan Malendeng Manado, Sabtu (8/2/2014) pagi tadi.

Inilah rangkaian foto dari dr Ayu Dkk ketika masih di dalam Rutan sampai benar-benar menghirup udara bebas di luar:

1. Di Lobi Rutan
183942_foto1dr Ayu Dkk di lobi Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng, sesaat keluar dari ruang tahanan dan dijemput rekan sejawat dari Rumah Sakit Prof dr RD Kandou Malalayang.

10 April 2010, dr Ayu, dr Hendry Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak yang bertugas di RS Kandou Manado menangani pasien bernama Julia Fransiska Makatey (26). Oleh tim medis, proses persalinan anak kedua Julia dianggap tidak lancar dan membahayakan. dr Ayu dan koleganya segera melakukan operasi caesar darurat.

Jabang bayi bisa dikeluarkan dan selamat, tapi kondisi Julia memburuk. 20 Menit kemudian, pasien meninggal. Merasa ada kejanggalan, keluarga Julia melapor ke polisi. Mereka beralasan Julia tidak mendapatkan penanganan yang seharusnya. Dokter dituding melakukan pembiaran karena tidak segera menangani Julia.

2. Berdoa
184100_foto2-2Sebelum meninggalkan Rutan, dr Ayu Dkk berdoa memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas putusan bebas Mahkamah Agung (MA) pada upaya peninjauan kembali (PK).

Desember 2010, kasus tersebut diproses polisi. 8 Bulan kemudian, atau Desember 2010, dr Ayu datang ke keluarga Julia sebagai bentuk empati. Bersama tim medis, ia meminta pihak keluarga Julia menandatangani surat agar tidak melanjutkan kasusnya, tapi keluarga menolak.

3. Terima Karangan Bunga

184132_foto3
dr Ayu, dr Hendry dan dr Hendry menerima karangan bunga dari rekan sejawat ketika keluar dari pintu Rutan Malendeng.

15 September 2011, Jaksa Pengadilan Negeri Manado menuntut dr Ayu, dr Hendry Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak dengan 10 bulan penjara.

4. Tersenyum

184156_foto4
Sambil memegang karangan bunga, dr Ayu terus mengembangkan senyumnya mensyukuri putusan bebas yang diterimanya bersama dua rekan.

8 November 2013, Jaksa menangkap dr Ayu di tempat praktiknya, RSIA Permata Hati, Balikpapan, Kaltim. Ia dibawa ke Manado dan dijebloskan ke Rutan Malendeng. Tujuh hari kemudian, satu kolega dr Ayu, dr Hendry Simanjuntak, ditangkap di Medan Sumatera Utara. Ia menyusul dr Ayu, ditempatkan di Rutan Malendeng. Kini hanya tersisa dr Hendry Siagian yang masih buron.

5. Foto Bersama

184241_foto5
Sebelum meninggalkan Rutan Manado, dr Ayu Dkk berfoto bersama dengan pimpinan RS Prof dr RD Kandou Malalayang dan rekan sejawat.

25 November 2013, Mahkamah Agung (MA) memutuskan dr Ayu dan dua rekannya bersalah telah mengakibatkan orang meninggal dunia karena alpa yaitu Siska Makatey. Ketiganya divonis penjara 10 bulan karena malpraktik. Duduk sebagai ketua majelis hakim dalam vonis kasasi ini Artidjo Alkostar.

6. Disambut Suka Cita Kerabat

184350_foto6
Mobil yang dinaiki dr Ayu Dkk masih dikerumuni rekan sejawat ketika meninggalkan Rutan Manado.

7 Februari 2014, permohonan peninjauan kembali atau PK dr Ayu dikabulkan MA. Kantor utama para hakim seluruh Indonesia itu memerintahkan supaya dr Ayu segera dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan dan dipulihkan nama baik dan harkat martabatnya.

“Diputus hari ini. Pada pokoknya mengabulkan PK para terpidana pemohon PK . Membatalkan putusan judex juris. Mengadili kembali, menyatakan putusan PN Manado sudah tepat,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur kepada detikcom, Jumat (7/2/2014)
sumber detik.com