JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Obsteri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Jakarta, dr Budi Wiweko SpOG mengatakan, para hakim yang menjatuhi hukuman bagi dr Dewa Ayu SpOG dan rekannya di Manado, Sulawesi Utara, hendaknya memakai Undang-undang kesehatan dan kedokteran. Sehingga tidak dikategorikan sebagai sebuah pidana, karena tindakan dokter menangani pasien adalah tugas yang sesuai dengan standar profesi kedokteran.

demo-pogi2Hal tersebut dikatakannya ketika berorasi di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, (27/11/2013). Orasi ini adalah bagian dari keprihatinan seluruh dokter Indonesia yang menuntut pembebasan rekan mereka karena dinilai bersalah oleh putusan MA.

Wiweko menyoroti bahwa kriminalisasi dokter yang kini terjadi pada akhirnya akan merugikan masyarakat karena dapat menimbulkan tekanan dokter dalam menjalankan upaya penyembuhan pasien

Profesi dokter perlu mendapatkan jaminan perlindungan hukum dalam rangka memberikan kepastian ketika melakukan upaya kesehatan kepada pasien.

Dalam sebuah rilis yang diedarkan pada aksi tersebut, undang-undang menjamin perlindunhan hukum bagi dokter sebagaimana tertera dalam pasal 50 UU No. 29 Tahun 2004 tentang ptaktik kedokteran. (DI)