Ketua POGI Jaya Komisariat Wilayah Jakarta Utara dr. Okky Sofyan, SpOG menyambut baik pelaksanaan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014 mendatang.

Hal tersebut dikatakannnya usai pertemuan anggota POGI Jaya Wilayah Komisariat Jakarta Utara, di Jakarta, (30/08/2013). Acara tersebut sekaligus memperkenalkan kepada anggota sistem database keanggotaan melalui aplikasi smartphone berbasis android.

Okky menyatakan sistem jaminan sosial kesehatan bagi masyarakat Indonesia ini merupakan solusi menjembatani mahalnya produk kesehatan yang berlaku.

“Dengan berlakunya BPJS Kesehatan nanti, mudah-mudahan pelayanan kesehatan di Indonesia akan semakin baik,” pungkas Okky.

Hal lain yang menurutnya juga menjadi perhatian adalah keseimbangan prosedur pelayanan dengan manfaat BPJS Kesehatan mirip dengan asuransi. Masyarakat akan diuntungkan karena tidak ada lagi yang terbebani dengan kondisi keuangan.

Sebagai organiasi, POGI Jaya kini sedang melakukan berbagai pembenahan terkait dengan peningkatan standar pelayanan kesehatan berlakunya BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, terkait dengan tidak direkomendasikannya proses kelahiran dalam air (water birth) oleh Pogi Jaya, Okky berpendapat, meski tidak mengetahui secara pasti mengapa hal tersebut, namun ia menilai hal tersebut lebih kepada berbagai macam alasan keamanan dan kenyamanan pasien juga kesiapan medis dalam menanganinya.

Dalam praktek, Okky mengaku memang pernah melakukan proses kelahiran dalam air. Namun hal tersebut kemudian dinilai tidak berlangsung efektif. Selain harus mempersiapkan peralatan dan ketersediaan air yang cukup, proses kelahiran itu juga memerlukan ekstra perhatian dari dokter dan tenaga medis pembantu lainnya.

“Karena bagi penolongnya juga agak merepotkan. Tidak bisa cepat tindakannya. Karena proses kelahiran itu bersifat unpredictable, maka kita harus siap dengan keadaan seketika itu juga. Saya sebenarnya tidak mau melakukan, tapi pasien saja yang meminta untuk melakukan persalinan dalam air itu,” terang Okky.

Persalinan di air mulai diperkenalkan di Eropa, Perancis pada tahun 1803. Pada 1970-an, beberapa bidan dan dokter di Rusia dan Prancis menjadi tertarik dengan cara-cara membantu bayi melakukan transisi dari dalam kehidupan di dalam rahim dengan kehidupan di luar sehalus mungkin. (DI)

Dokumentasi acara pertemuan Komisariat Jakarta Utara