Di awal bulan April tahun 2019 ini, Pogi Jaya berkesempatan membuat sebuah Round Table Discussion bersama dengan Prodia sebagai mitra acara pada hari itu. Acara dimulai pada siang hari di awali dengan makan siang bersama para sejawat yang telah hadir. Setelah makan siang, acara dibuka oleh dr.Bram Pradpta, SpOG sebagai pembawa acara pada hari itu, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komisariat Jakarta Utara – dr. Yanto Kusnawara, SpOG, seperti biasanya dr.Yanto mempersilahkan para sejawat memperkenalkan diri masing-masing dan juga mempersilahkan para perwakilan dari pihak Prodia untuk memperkenalkan diri juga. Acara diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pogi Jaya – dr. Okky Sofyan, dalam sambutannya beliau menyatakan kembali harapannya agar para rekan sejawat dapat mengajak rekan sejawat lainnya untuk hadir dalam kegiatan yang di adakan Pogi Jaya seperti acara Round Table Discussion ini.

Dalam sambutannya beliau juga mengajak para rekan sejawat untuk dapat menguatkan solidaritas antar anggota satu sama lain, untuk menjaga pilar-pilar Pogi Jaya yaitu Profesionalism – Kesejawatan – Kolaborasi atau Pengabdian Masyarakat – dan Edukasi. Pada pilar Profesionalism, Pogi Jaya dalam beberapa saat kedepan Papsmear tidak akan digunakan lagi, digantikan dengan DNA HPV dan Pogi Jaya juga akan merilis bahan-bahan untuk IVA berikut dengan terapi-terapinya untuk di pelosok-pelosok. Pogi Jaya juga diharapkan dapat melindungi pasien-pasien dari ketidaktahuan para ahli profesi atau kelalaian, atau bisa juga karena ulah dari pasien itu sendiri. Jika ada keluhan dari pasien, Pogi Jaya akan membantu dan PAPA juga akan ikut membantu agar tercipta jalan keluar dengan perdamaian yang baik. Ada pesan juga kepada para dokter – dokter yang muda dan baru, lakukanlah inovasi kemudian dengan adanya penyeragaman hasil USG dapat memacu pribadi masing-masing untuk dapat belajar lebih giat, kita antar para rekan sejawat adalah saudara jadi apabila dirasa adanya sebuah kesalahan, rekan sejawat dapat menghubungi satu sama lain untuk menanyakan dan mendiskusikannya, jangan kejadian tersebut dijadikan untuk menjatohkan rekan sejawat lainnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi ilmiah yang dibawakan oleh Dr. dr. Yuditiya Purwosunu, SpOG-KFM, PhD dengan judul “Non Invasive Prenatal Test (NIPT)”. Setelah acara ilmiah berakhir, dilanjutkan dengan diskusi bersama yang disambut dengan sangat baik oleh para rekan sejawat. Dalam diskusi bersama dr. Yuditiya ada beberapa yang dapat disimpulkan yaitu, pemeriksaan NIPT menurut saran dr. Yuditiya dapat dilakukan pada usia kehamilan antara 12-13 minggu,dan dapat diperiksa juga apabila ibu hamil tersebut mempunyai kelainan genetik. Acara berikutnya adalah presentasi dari pihak Prodia yaitu dengan judul “Pemeriksaan Prosafe & Fatty Acid” yang dibawakan oleh ibu Siska Darmayanti, S.Si, M.Farm. NIPT ini hadir dengan kategori pemeriksaan yang baru, akurat dan nyaman. NIPT dapat memberikan informasi kesehatan kromosom selama dalam kandungan yang dilakukan dengan cukup mengambil darah si ibu saja.

Acara ditutup oleh dr. Yanto Kusnawara, SpOG dengan mengingatkan para rekan sejawat sekali lagi akan pesan dari Ketua Pogi Jaya yaitu, ajakan agar sesama rekan sejawat untuk lebih kompak melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pogi Jaya. [AW]